Ketiga pengaturan kamera yang memberi kendali atas exposure, yaitu aperture, shutter speed dan ISO, masing-masing diukur dalam stop. Misalnya shutter speed 1/50 detik satu stop lebih lambat dari pada 1/100 detik, yang artinya sensor terekspos dua kali lebih lama. Namun, shutter speed 1/50 detik yang sama mengeskpos sensor setengah dari shutter speed 1/25 detik.
ISO juga diturunkan, dengan ISO 400 satu stop lebih sensitif daripada ISO 200, tapi satu kurang sensitif daripada ISO 800. Hubugan antara rentang aperture yang tersedia pada lensa serupa, tapi rangkaian angkanya lebih membingungkan. Kenyataan bahwa f/5.6 satu stop lebih kecil daripada f/4 tapi satu stop lebih besar daripada f/8 membutuhkan pembiasaan.
Jadi, bagaimana cara mengetahui exposure yang tepat?
Setelah mengaktifkan metering kamera dengan menekan setengah shutter release, kamera akan menyarankan exposure berdasarkan pada kecerahan area yang diukur. Ini biasanya disebut dalam urutan nilai shutter speed pada aperture dan ISO yang diberikan, misalnya 1/60 detik pada f/8 dan ISO 200.
Pada modus Automatic dan Scene kamera, pengguna hanya perlu membidik saja. Modus exposure semi otomatis, yaitu Aperture Priority, Shutter Priority dan Program, memberi kendali lebih leluasa atas bagaimana anda mengekspos foto, masing-masing dengan cara berbeda, sementara modus Manual menyediakan tanggung jawab penuh atas aperture, shutter speed, dan ISO.
Meski mungkin ada expsoure yang lebih disukai, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencapainya. Yang penting adalah keseimbangan. Jika anda menaikkan salah satu dari ketiga pengaturan yang mengendalikan exposure (aperture, shutter speed atau ISO) maka salah satu atau kedua pengaturan lainnya harus diturunkan sama banyaknya untuk mempertahankan tingkat exposure yang sama.
Misalnya, exposure 1/25 detik pada f/16 ISO 100 setara dengan exposure 1/400 detik pada f/2.8 ISO 100. Karena shutter speed dikurangi 4 stop (1/25 – 1/50 – 1/100 – 1/200 – 1/400), yang menandakan lebih sedikit cahaya yang ditangkap, aperture harus dinaikkan sebesar 4 stop (f/16 – f/11 – f/8 – f/5.6 – f/2.8) untuk memasukkan lebih banyak cahaya, agar foto tidak menjadi 4 stop lebih gelap.
Kombinasi mana yang anda pilih akan tergantung pada tampilan yang ingin dicapai. Apakah anda menginginkan depth of field besar atau depth of field sempit? Apakah anda ingin objek bergerak atau setajam silet, atau memiliki motion blur. Banyak sekali yang perlu dipertimbangkan sebelum merekam foto. Jangan panik! Kalau anda memilih untuk merekam dalam satu modus semi otomatis, kamera memilihkan sebagian besar pengaturan untuk anda. Setelah menentukan aperture pada modus Aperture Priority, mislanya, shutter speed akan ditentukan secara otomatis. Kalau anda memutuskan untuk mengubah aperture, kamera akan menyesuaikan shutter speed untuk mempertahankan exposure yang sama.
Demikian juga dengan modus Shutter Priority. Anda akan menentukan shutter speed, dan kamera akan menyesuaikannya dengan aperture yang layak. Bahkan, anda bisa menggunakan opsi auto ISO untuk membiarkan kamera menangani pilihan sensitivitas tersebut. Dalam modus Progam, anda bisa mengubah kombinasi aperture dan shutter speed dengan memutar tombol putar kontrol. Tentu saja, semua pengaturan kamera ini mengandalkan pada kamera dalam mencapai pembacaan exposure yang optimal.
Hal yang penting dalam kamera digital adalah bagaimana anda memahami tentang exposure. Anda dapat merekam foto dalam berbagai modus exposure yang anda sukai baik Auto maupun Manual. Anda juga dapat memotret dengan modus semi otomatis seperti Aperture Priority dan Shutter Priority yang memungkinkan anda untuk memilih pengaturan satu atau dua dari elemen segitiga exposure dan sisanya kamera anda yang menentukan.
No comments:
Post a Comment